Penulis: Tina Firdaus Bt Adi Firdaus
Hidup adalah pilihan. Life is choice. Pilihan yang menurut kita benar belum tentu membawa kebahagiaan. Seandainya aku bisa kembali ke masa lalu, mungkin aku tidak akan terperangkap di tempat istimewa ini—di balik jeruji besi—yang justru menyadarkanku. Ya Allah, teguran-Mu begitu indah. Engkau membimbingku untuk menjalani hidup yang lebih baik di kemudian hari, seruku dengan hati yang tegar.
Hidup ini menawarkan berbagai pilihan: berkumpul bersama keluarga, bangkit dari keterpurukan, dan berjuang mewujudkan mimpi. Aku ingin kembali merasakan kebersamaan dengan anak-anakku, memulai senyum baru, dan menatap masa depan dengan harapan. Suatu hari, anakku berkata, “Bunda, Egi rindu dipeluk, dicium, dan rindu masakan Bunda.”
Air mataku menetes mendengar kata-kata anak kesayanganku. Saat itulah aku tersadar bahwa aku harus bangkit dan menjalani kehidupan dengan penuh semangat setelah keluar dari lingkaran hitam. Hidup adalah pilihan, dan kita sendirilah yang menentukan. Kita mampu menilai mana yang baik untuk dijalani dan mana yang buruk untuk ditinggalkan.