Doa di Balik Jeruji

Penulis: Sri Deswati R

Aku adalah seorang istri, sekaligus Ibu dari tiga putra putri. Sebuah kesalahan yang aku lakukan di masa lalu, menciptakan perpisahan antara aku dan mereka. Namun, hingga detik ini, tidak satupun kalimat menyudutkan atau menyalahkan keluar dari mulut suami dan anak-anakku atas kesalahan itu. Selama berada di sini, suara mereka yang lembut dari ujung saluran telepon yang menjadi satu-satunya cara kami berkomunikasi, selalu berhasil menjadi penguat dan semangatku.

Setiap kali perbincangan kami dari saluran telepon hendak usai, satu kalimat dari suamiku selalu berhasil mengumpulkan air mata, menciptakan tangis tidak tertahan yang selalu pecah, “Uda selalu rida, pulanglah dalam keadaan bersih.” katanya. Itu kalimat berulang, kalimat yang tidak pernah lupa dia ucapkan. Rida-nya adalah kekuatan terbesar, kekuatan yang aku genggam.

Terima kasih, Tuhan. Tidak ada satupun yang meninggalkanku. Hanya tempat dan jarak yang memisahkan kami, bukan kasih sayang dari dalam lubuk hati. Tuhan, aku bermunajat, “Pantaskah aku untuk kembali pulang dan memeluk keluargaku? Pantaskah aku kembali menghamparkan sajadah di kamar Suamiku, kamar kami seperti dulu?”. Tolong, tolong tambahkan lagi nikmat ibadah dalam diriku, ya, Rabb.

 

Komentar
Silakan login untuk menulis komentar.
Belum ada komentar.